36 Kilometer Penuh Perjuangan, Dari Tanah Ulayat ke Jalan Tol
Penulis : Syafruddin AL, dkk
Penerbit : PT Ravanza Rangkayo Mediatama
Jumlah Halaman : ±224 halaman
ISBN : Dalam proses
Harga : Tidak diperjualbelikan (diedarkan secara terbatas)
Sinopsis
Buku "36 Kilometer Penuh Perjuangan" merekam perjalanan panjang pembangunan Jalan Tol Padang–Sicincin, salah satu ruas strategis dalam jaringan Tol Trans Sumatera yang menjadi harapan baru bagi konektivitas dan pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat.
Buku ini tidak sekadar berbicara tentang pembangunan infrastruktur, tetapi juga memotret dinamika sosial, budaya, dan nilai adat yang hidup di tengah masyarakat Minangkabau, terutama berkaitan dengan tanah ulayat yang diwariskan secara turun-temurun.
Melalui berbagai catatan, testimoni, dan rangkaian peristiwa di lapangan, buku ini menegaskan bahwa masyarakat Sumatera Barat pada dasarnya tidak menolak pembangunan jalan tol. Namun demikian, pembangunan harus dilakukan secara terbuka, transparan, dan menghormati mekanisme adat serta hak-hak masyarakat atas tanah ulayat yang memiliki nilai historis, sosial, dan kultural yang sangat kuat.
Di balik hadirnya jalan tol sepanjang 36 kilometer tersebut, tersimpan kisah panjang tentang musyawarah, negosiasi, tantangan, pengorbanan, serta semangat mencari titik temu antara kepentingan pembangunan nasional dengan penghormatan terhadap adat dan kearifan lokal.
Buku ini diharapkan menjadi dokumentasi penting mengenai salah satu proses pembangunan infrastruktur paling bersejarah di Sumatera Barat, sekaligus menjadi catatan bahwa pembangunan yang baik adalah pembangunan yang mampu berjalan seiring dengan penghormatan terhadap masyarakat dan budayanya.
Tim Penulis
Syafruddin AL lahir di Sungai Geringging, Padang Pariaman, 7 Juli 1963. Jurnalis senior yang memulai karier di Harian Singgalang sejak 1980 dan pernah memimpin Biro Jakarta. Berpengalaman meliput Istana Negara, MPR RI, DPR RI, dan DPD RI. Saat ini mengabdi sebagai Tenaga Ahli DPD RI serta Pemimpin Redaksi parlementaria.com. Ia juga aktif menulis sejumlah buku dan mengikuti berbagai peliputan internasional.
Eko Yanche Edrie : merupakan wartawan senior asal Padang Panjang yang pernah berkarier di Harian Singgalang dan Harian Haluan. Ia dipercaya memimpin Harian Metro Andalas dan Harian Khazanah Sumatera Barat. Selain aktif di dunia jurnalistik, Eko dikenal sebagai penulis biografi berbagai tokoh penting Minangkabau.
Akmal Darwis: lahir di Payakumbuh, 29 Maret 1956. Berkarier sebagai wartawan di Harian Singgalang dan pernah menjabat Redaktur Ekonomi. Pada era reformasi, ia turut mendirikan Harian Mimbar Minang bersama sejumlah wartawan senior lainnya. Di luar jurnalistik, ia juga dikenal sebagai wirausahawan dan pembina wartawan muda. (*)